Minggu, 22 Januari 2012

mati rasa

jam berganti,, detik berbunyi dan berlalu. semakin hari kabar samkin minim, ahhh... seandainya saja terulang lagi waktu itu. tidak akan ku sia-siakan waktu bersama dengan orang-orang yang aku sayang. dunia seakan tahu,,, malu rasanya, mengungkapkan apa yang telah aku rasakan. semoga ini tidak berkalanjutan, amin !!

Kamis, 05 Januari 2012

aku banget

bangun pagi langsung nyalain labtob, buka inbox ternyata ada tugas yang belum dikirim ke teman. alhasil tubruk sana sini buat cari ide. rada siang perut mulai keroncongan. ke tempat orin pinjem catetan trus fotocopy slide kuliah buat materi ujian, pulangnya mampir ke kosan penong pinjem flasdish buat copy materi makua. siang rapim himpro hadir sebagai badan pengawas, selesai rapat makan-makan di midori. hujan gerimis anget-anget makan capcai tanpa nasi... haaa,,, pulang ke kosan badan letih langsung rebahan. trus buka labtob lagi, rencana mau selesain peper tapi malah ol dan akhirnya posting heee :D

BIOFISIK

BIOFISIK
( Bobot Jenis, Tegangan permukaan, dan Emulsi )

PENDAHULUAN
            Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu melakukan aktivitas yang berhubungan dengan reaksi-reaksi kimia. Salah satu yang berhubungan dengan hal ini adalah biofisik. Dalam praktikum biofisik ini, akan membahas tentang bobot jenis, tegangan permukaan cairan, dan emulsi secara sederhana. Biofisik berasal dari dua kata, yaitu bio dan fisik. Bio berarti hidup dan fisik adalah sebuah kata yang berarti badan/zat yang dapat terlihat oleh mata juga terdefinisi oleh pikiran. Jadi biofisik dapat didefinisikan suatu benda/zat yang terlihat oleh mata yang meliputi interaksi dengan benda lain ( Arif 2008)

Minggu, 18 Desember 2011

Pembenihan Ikan bawal Bintang (Tracinotus blochii)

ikan bawal bintang (tracinotus blochii)
 Pada saat ini sektor perikananan budidaya Indonesia dihadirkan lagi oleh suatu komoditas yang cukup potensial untuk dikembangkan. Jenis ikan ini mudah dipelihara dan dikembangkan selain itu juga mulai diminati masyarakat. Komoditas ini adalah Trachinotus blochii atau yang lebih dikenal dengan nama Bawal Bintang dan merupakan jenis ikan pelagis dan tergolong sangat aktif karena selalu berenang berputar-putar di permukaan. Pada dasarnya ikan Bawal Bintang memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi dan mudah untuk dibudidayakan.
Bawal bintang merupakan ikan introduksi dari Taiwan dan memiliki prospek yang cukup bagus di kawasan Asia Pasifik dengan harga yang cukup tinggi. Sebenarnya di Taiwan Bawal Bintang sudah berkembang baik di tingkat pembenihan maupun budidayanya. Namun di Indonesia Bawal Bintang adalah komoditas yang masih dapat dibudidayakan di tingkat Keramba Jaring Apung (KJA) dimana benih yang diperoleh didatangkan dari usaha pembenihan di Taiwan.

Sabtu, 17 Desember 2011



GAMBARAN DARAH IKAN LELE


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Darah dianggap sebagai jaringan khusus yang menjalani sirkulasi, terdiri dari sel-sel yang terendam dalam plasma darah. Aliran dalam seluruh tubuh menjamin lingkungan yang tetap, agar semua jaringan sel mampu melaksanakan fungsinya. Kemudian, darah merupakan salah satu komponen sistem transport yang sangat vital keberadaannya. Peran penting darah di dalam tubuh yaitu sebagai pengangkut zat-zat kimia seperti hormon, sebagai pengangkut zat buangan hasil metabolisme tubuh, ataupun sebagai pengangkut oksigen dan karbondioksida

Selasa, 06 Desember 2011

Togo Concong Luar


TOGO CONCONG LUAR

1. Definisi dan Klasifikasi
            Togo concong luar adalah alat penangkap ikan berbentuk kerucut terbuat dari jaring, dalam pemasangannya disusun bolak-balik menghadap datangnya arus. Togo concong luar diklasifikasikan ke dalam kelompok perangkap dan penghadang (Subani dan Barus 1989).

2. Konstruksi Alat Penangkap Ikan
            Togo concong luar terdiri dari tiang-tiang pancang (merupakan kaki atau sayap) yang disusun berderet-deret dengan tiap deret (unit) terdiri dari 10-22 buah dan cara pemasangannya dibolak-balik menghadap arah datangnya arus. Jajaran tiang-tiang pancang dipasang membentuk bangunan huruf V, yaitu semakin melebar pada bagian ujung luar dan mengecil pada ujung dimana ditempatkan jaring togo concong luar (Subani dan Barus 1989).

Bubu Udang


BUBU UDANG

1. Definisi dan Klasifikasi
            Udang termasuk kedalam binatang yang aktif makan pada malam hari, Bubu udang termasuk kedalam klasifikasi alat tangkap perangkap (traps) (Martasuganda, 2003).

2. Konstruksi Alat Penangkapan Ikan
            Konstruksi untuk bubu udang diusahakan supaya bubu bisa stabil diperairan dan pintu masuk diusahakan serendah mungkin untuk memudahkan udang memasuki bubu. Rangka bubu keseluruhannya memakai rangka dari besi 0,8 cm, badan jaring memakai jaring sintetis multifilamen dengan mesh size 0,5 inch dan kantung umpan memakan bahan kawat kasa. Ukuran bubu ke arah panjang 100 cm, lebar 40 cm dan tinggi 30 cm. ukuran pintu masuk panjang 25 – 30 cm, lebar 20 cm dan tinggi 10 – 12 cm atau ukuran pintu disesuaikan dengan besar kecilnya udang yang ada di daerah penangkapan (Martasuganda, 2003).

Bubu Keong Macan


BUBU KEONG MACAN

1. Definisi dan Klasifikasi
            Keong macan yang banyak hidup diperairan pantai bisa ditangkap dengan menggunakan alat tangkap yag disebut dengan bubu keong macan. Bubu keong macan merupakan alat tangkap yang berbentuk prisma segi empat yang terpancung di dasar perairan, dengan bagian pintu masuk berada diatas dan ukurannya terkecil dibandingkan dengan bubu lainnya (Putra, 2007). Bubu keong macan termasuk kedalam klasifikasi alat tangkap perangkap (traps) (Martasuganda, 2003).

Rabu, 23 November 2011

Teduhnya Siang ku

waktu terus bergulir, matahari semakin merangkak mendekati garis vertikal cakrawala. suasana terik semakin membuat kulit serasa digigit. aku melangkahkan kaki mencari keteduhan. tidak jauh dari tempatku mematung, sekitar 200 meter dari sudut bangunan terdapat ruangan kecil dengan ukuran 4 x 4 meter, di depannya berdiri bangunan berbentuk segitiga yang disebut tempat kuliah. ruangan tersebut bersebelahan dengan ruang dosen dari mata kuliah fisiologi hewan air, cukup nyaman jika dijadikan sebagai tempat melepas lelah. akhirnya, dengan senyum merekah ku langkahkan kaki ku menuju ruangan itu. sambil terseok ku terus berjalan, beban berat akibat isi dalam ranselku belum mau turun. cukup 5 menit aku sampai ditempat yang ku tuju.  lima menit menunggu, tidak ada tanda-tanda orang di dalamnya. kuberanikan diri untuk mendorong lempengan besi yang menjadi pusat keluar masuknya penghuni, pintu itu berderit manis seakan menyambutku dengan ramah. mataku menyebar keseluruh penjuru, menyapu setiap benda yang memantulkan warna. kertas dengan warna pelangi berserakan seakan berebut tempat untuk lebih dulu mana yang akan ku sentuh. hah,,,ruangan ini begitu menyejukanku. walaupun secara sadar, orang akan mengamatakan ini adalah gudang.

Jumat, 18 November 2011

Rekayasa Set Kromosom

REKAYASA SET KROMOSOM : GINOGENESIS DAN POLIPLOIDISASI

Ita Apriani
Budidaya Perairan-IPB



ABSTRAK

Rekayasa genetika dengan melakukan manipulasi set kromosom merupakan salah satu kegiataan penting dalam pembenihan ikan. Ginogenesis dan poliploidisasi adalah perlakuan yang dapat dilakukan dalam memanipulasi set kromosom. Ginogenesis adalah suatu proses penurunan sifat meternal secara total melalui perkembangan telur tanpa kontribusi sperma secara genetik untuk embrio. Ginogenesis merupakan suatu bentuk rekayasa genetik yang menonaktifkan materi genetik sperma dan merangsang diploidisasi untuk terbentuknya zigot. Sedangkan dalam perlakuan poliploidisasi, proses awal pembelahan sel pada telur yang telah dibuahi dihambat dengan menggunakan perlakuan fisik atau kimia. Salah satu tujuan utama dalam poliploidisasi adalah untuk menghasilkan individu triploid yang steril karena jumlah set kromososm yang ganjil akan menghambat pembelahan meiosis sehingga perkembangan gonad akan terhambat. Hasil praktikum ginogenesis dan poliploidisasi mati semua sehingga dapat dikatakan gagal dalam penetasan telur. Rendahnya derajat penetasan telur dapat diakibatkan oleh pengaruh perlakuan kejutan suhu panas yang diberikan pada telur. Besar dan lamanya pemberian suhu kejutan merupakan faktor penentu keberhasilan perlakuan ini. Keberhasilan poliploidisasi melalui perlakuan kejutan suhu sangat dipengaruhi oleh suhu kejutan, waktu kejutan dan lama kejutan.